A Z K A V E I R O: Puisi Penantian
Tampilkan postingan dengan label Puisi Penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Penantian. Tampilkan semua postingan

Puisi - Cinta Yang Terpendam



Cinta Yang Terpendam

Kejora bintang terangi malam
Temani bulan tertunduk muram
Senada cinta membawaku dalam dekapan pilu
Tak pernahkah kau tau akan isi di hatiku
Yang rindu akan dekapanmu
Yang pilu akan merintihkan namamu

Terkikis sayap bersimbah syahdu
Cinta yang ku rasa seakan penuh rahasia
Setetes cinta sesayat luka

Mencintaimu seperti menyayat sayap yang tlah rapuh
Hatiku sakit memendam luka yang mendalam
Memendam rasa yang tlah lama tersimpan
Yang tak bisa terucap dan tak bisa tersampaikan
Kini ku rajut seuntai kata di hati
Untukmu yang jauh di sana
Untukmu yang tak bisa ku genggam
Untukmu,,,, hanya untukmu,,,
Fajar terbaik di hatiku
0

Puisi - Dimanakah Dirimu



Dimanakah Dirimu


tak tau harus kuawali dari mana.
sebuah kenangan yg mungkin telah di lupakan.
haruskah pada mendung ku sampaikan.
haruskah pada hujan aku mengeluh.
sebuah sesak di dalam dada.
disaat semua cerita indah,
menjadi sebuah kisah masa lalu.
haruskah hariku kelabu dibuatnya.
haruskah kutitihkan bulir airmata.
kering sudah airmata ini,
namun pedih batin yang kurasa,
seolah takkan terhenti,
semakin menjalar, terasa, menikam
dan semakin perih.
masihkah kau mengingatku?
aku si peri kecil.
kau pergi tanpa kata terakhir.
tiba-tiba kau menghilang
lenyap ditelan kabut hitam
bertahun-tahun aku mencarimu,
namun tak kunjung kau ku temukan.
aku lelah harus seperti ini.
dimanakah dirimu?
0

Puisi - Penantian Cinta


Penantian Cinta


Butiran emas sedang berkilau
butiran mata sedang memandang
butiran hati sedang berdenyut
Saat hati sedang berdenyut
disitupulah jantung sedang berdetak
saat cinta mulai terbina
disitupulah rindu mulai memanja
Wahai dinda adakah ruang untukku
ruang yang bisa kujaga untuk selamanya
Wahai adakah cinta untukku
cinta yang bisa kusimpan didalam hatiku
0

Puisi - Penantian Sia-sia


Penantian Sia-sia


penantian ini sungguh sia-sia
betapa lelahnya hati ini tuk menantimu
rasa sedih dan sepi menyelinap hati ini
namun kau tak pernah peduli

haruskah ku bunuh rasa ini
haruskah ku bunuh hal yang menyiksa ini
kau selalu tak peduli
seolah aku hanyalah tunggul

haruskah aku membenci cinta
haruskah ku membenci rasa kasih sayang
karena kekecewaan ini sungguh dalam
kau lebih memilih dia

Tuhan . . .
apakah aku salah mencintai ?
apakah aku tak pantas untuk dicintai ?
bila aku pantas mencintai dan dicintai
kenapa aku selalu disakiti ?

hanya satu do’a untukmu
semoga kau kan hidup dengan penuh penyesalan
karena rasaku ini sudah mati kepadamu
semoga kau kan selalu menyesal
sampai kapanpun. . .
Back to Top